Seorang wanita duduk di kursi taman
Tatapan matanya seakan kosong
dan entah apa yang sedang dipikirkannya
Kulitnya putih bersih,
Namun wajahnya terlihat agak pucat..
Lona, nama wanita itu
Sambil makan coklat yang dipegangnya
Tatapan lona tetap tertuju pada satu titik
Tiba-tiba ada seorang laki-laki menghampirinya
dan duduk disebelah wanita itu
Nando : Mbak merasa terganggu? kalau iya saya pergi aja.. (Tanya laki-laki itu sambil membawa tas dan mau beranjak pergi)
Lona : Eh,jangan..
(mereka berdua saling senyum)
Nando : Mbak sedang apa disini? kok sendirian?
Lona : Cuma ingin melihat taman bunga aja
Nando pun tersenyum sambil sesekali melihat wajah Lona, namun mata Lona masih tertuju pada sekumpulan berbagai macam bunga itu.
***
Nando : Mbak cantik ya..
Lona : (Tersenyum, namun pandangannya masih tetap sama seperti semula)
Nando : Mbak kenapa begitu pendiam? atau saya yang terlihat aneh? anggap saja kita sudah lama kenal, karena kita hanya bertemu satu kali ini saja.
Lona : mengapa mas berbicara seperti itu? bukankah sekarang dunia seakan sempit?
Nando : Mbak pantas bicara seperti itu, tapi perasaan tidak bisa dimainkan
Lona : Maksudnya?
Nando : dari awal saya duduk disini, saya sudah terkesan melihat mbak. Saya terkesan dengan wewangian yang mbak kenakan. Saya terkesan dengan mata indah di bawah alis tebal mbak. Saya terkesan dengan wajah mbak yang merona.
Lona : Lalu?
Nando : Nando.. (sambil memperkenalkan diri)
Lona : (hanya membalas dengan senyuman khas nya yang ramah)
Nando : Nama mbak siapa?
Lona : Tersenyum lalu berkata "Kalau kita saling kenal dan tidak lagi bertemu itu hanya akan menyisakan bayangan".
Nando : Mengapa kita tidak berusaha untuk mengenal dan untuk berusaha bertemu.
Lona : Karna pertemuan pertama akan menyisakan rasa penasaran dan pertemuan kedua akan menyisakan rasa rindu. Dan saya tidak mau merindu.
Nando : maksudnya?
Lona : Biar takdir yang mempertemukan kita. :)
Nando : Semoga kita bisa bertemu lagi.
Lona : Semoga Allah memberikan yang terbaik buat kita.
*Lona beranjak dari kursi itu lalu pergi meninggalkan Nando
---
*di Rumah Sakit
Lona : Gmn dok? apa ada perkembangan?
Dokter : Untuk saat ini belum ada mbak, banyak-banyak berdoa saja ya..
Lona : Iya Dok,pasti!! Terimakasih,, (berjabat tangan dengan dokter lalu pergi meninggalkan ruangan).
Ketika sedang naik taksi tiba-tiba Lona melihat Nando. Nando yang saat itu tengah memboncengkan seorang wanita separuh baya dengan mengendarai sepeda motor. Wanita itu terlihat begitu mirip sama Nando," mungkin saja dia ibunya",batin Lona.
Arah tujuan Nando menuju ke Rumah Sakit yang barusan didatangi Lona. Lona pun penasaran, lalu dia menyuruh sopir taksi untuk mengehentikannya. Bergegas Lona mengikuti Nando dan wanita paruh baya itu.
Saat melewati ruang Dokter, Lona penasaran dengan apa yang dibicarakan oleh mereka.
Tersentak kaget ketika Lona mngetahui bahwa wanita itu adalah Ibu nya Nando dan dia sedang menderita kanker rahim. sisa umur ibu nya Nando ternyata tinggal beberapa minggu lagi.
Setelah mengetahui akan hal itu Lona langsung pergi dan melanjutkan perjalanan untuk pulang kerumah.
*di Rumah
Bayangan Ibu itu masih tampak jelas di pikiran Lona. Dan Nando, lelaki yang baru dikenalnya beberapa hari yang lalu, "kenapa seakan dia begitu dekat dengan saya?".